Tampilkan postingan dengan label #puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2011

SURAT UNTUK ANAK KU....

Kala aku tua nanti,
Kuharap kau mengerti dan bersabar,
semisal kupecahkan piring atau menumpahkan makanan di meja
Krn penglihatanku tak lagi sempurnah
Ku harap kau tak memarahiku
Pun ketika pendengaranku semakin buruk
Dan aku tak dpt mendengar dgn jelas perkataanmu
Tolong jangan juluki aku "tuli"
Tapi ulangi perkataanmu atau tuliskan diatas kertas.

Maafkan aku nak, aku semakin tua
Ketika lututku melemah, kuharap kau sabar menolongku utk berdiri
Seperti aku menolongmu saat kau kecil dan belajar berjalan.

Bersabarlah denganku,
Ketika aku mengulang2 perkataanku seperti kaset rusak
Kuharap kau tetap mendengarkanku
Jangan mengolokku atau bosan mendengarkanku
Ingatkah kau kala kecil menginginkan sebuah balon?
Kau mengulang2 perkataanmu hingga akhirnya kau dapat apa yg kau inginkan.

Juga maafkan bauku yg seperti "org tua"
Kuharap aku tak membuatmu jijik
Ingatkan kau ketika kau kecil?
Aku kerap mengejarmu,hanya utk memaksa kau mandi.

Nak..kuharap kau bersabar menghadapiku dgn semua kerewelanku
Itu bagian perjalanan " menjadi tua"
Kau akan paham ketika masa tuamu pun tiba.

Dan ketika kau punya waktu luang
Kuharap kita dapat berbincang
Walau hanya utk beberapa saat
Aku sendirian setiap saat, tanpa teman berbagi rasa
Aku tau kau sibuk dengan pekerjaan dan duniamu
Namun ketika kau muak dengan cerita usangku,
Tolong kau luangkan waktumu untukku
Ingatkah ketika kau kecil,
aku dengarkan semua celotehmu tentang duniamu

Nak...ketika waktunya aku sakit dan terkulai tak berdaya
Semoga Allah berkahi engkau dengan kesabaran utk mengurusiku
Jelang masa2 terakhirku hidup didunia ini

Nak...ketika akhirnya kematian tiba menjemputku
Kuharap kau genggam tanganku
Dan Allah berikan kekuatan bagimu menghadapi kematianku

Ditulis oleh nina nurlena (majalah AULIA, no.8 thn viii, shafar 1432H, Februari 2011)

Rabu, 13 Oktober 2010

@menangisi kepergian Ramadhan...

... Menagislah ...



Menangislah sahabat,
Menangislah untuk Ramadhan yang kan pergi
Menangislah tuk kegundahan hati
Jika memang itu dapat melapangkan sanubarimu
Tuk ungkapkan gelisahmu karna Ramadhan tlah bergegas d akhir hitungan ....
Sementara tarawih belum juga sempurna,
Qiyamul Lail tak juga kerap d lakukan
Tilawah masih sering tertinggalkan ....
Sedekahpun belum seberapa ... 


Menangislah ...
Menangislah dengan hati
Tak ada yang tau tentang Ramadhan yang akan datang
Tak ada yang bisa menjamin usia ini sampai esok hari
Apakah kita masih dberi kesempatan tuk menikmatinya
Karna ALLAH tak menjanjikan apapun ...
Juga tuk Ramadhan berikutnya ....
Sementara Ramadhan kali ini hanya tersisa beberapa hari saja,
Dan tersia siakan ...


Menangislah sahabat ...
Untuk Ramadhan yang kan hilang
Biarkan butir bening yg mengalir menjadi saksi d yaumil akhir
Menangislah dari hati yg tdalam ...
Tuk semua dosa yg belum terampuni
Sementara dosa baru terus mengukir hari
Tuk lalai yg terus saja menemani
Khilaf yang masih sering menghampiri


Tundukan wajah
Biarkan kening ini terus bsujud ...
Memohon ampun menuntaskan doa
Karna waktu yang terus bergerak cepat
Meninggalkan tarawih, tahajjud, tilawah, dan I'tikaf
Tak ada lagi waktu tuk berdiam diri Segera ...
Segera tuntaskan
Selagi masih ada umur yg dberi
Walau diri belum juga siap tuk terus berbenah
Namun hanya ada satu kesempatan ...

Sekarang

Atau mungkin tak ada lagi ....

@@@@@######****************######@@@@@
oleh Nenk Manda Amalia pada 07 September 2010 jam 18:51
(puisi ini dikirim oleh nenk manda di facebook aq)

@wahai suamiku....

WAHAI SUAMIKU ...

oleh Nenk Manda Amalia pada 29 September 2010 jam 18:37 (tulisan ini manda mengirim di facebook aq)
WAHAI SUAMIKU ... ketahuilah… sesungguhnya tidaklah aku ingin menikah melainkan karena aku tidak ingin mati dalam keadaan agamaku ini hanya setengah. Dan tidaklah aku ingin menjadi orang yang menikah melainkan karena aku meyakini janji ALLAH bagi orang yang menikah itu benar adanya.

Tahukah kau bahwa setiap hubungan suami isteri yang halal itu adalah sedekah yang dapat mendatangkan pahala?!

Tahukah kau bahwa hanya dengan merengkuh tangan isteri maka berguguranlah dari jari jemari dosa-dosa?!

Dan tahukah kau bahwa bila seorang isteri meninggal dunia sementara suaminya dalam keadaan ridha padanya maka ia akan masuk surga?!

Bila semasa hidup dia taat kepada ALLAH dan taat pula kepada suaminya maka ia boleh memasukinya dari pintu mana pun yang ia suka?!


Duhai, suamiku… tidak lah aku ingin menjadi seorang isteri melainkan karena janji ALLAH yang satu ini. karena sesungguhnya aku takut mengetahui bahwa penghuni neraka itu kebanyakan wanita. Dan hanya kepada ALLAH aku berharap perlindunganNya dan petunjukNya di manapun aku berada. Wahai suamiku… telah ditakdirkan ALLAH bahwa akhirnya engkau memilihku. Semoga inilah perlindungan dan petunjuk yang Dia berikan agar aku bisa mendapatkan kebenaran janji ALLAH itu

Namun, wahai suamiku, aku ingin kau menyadari bahwa aku bukanlah makhluk yang sempurna seperti juga dirimu. Maka mengertilah bahwa setelah kita menikah banyak hal baru yang akan sama-sama kita ketahui insya ALLAH , akan kujaga apa yang harus kujaga darimu, dan kuharap kau pun menjaga apa yang harus kau jaga dariku.

Bila kau menemukan ketidaksukaanmu padaku karena kekuranganku maka bersabarlah, suamiku… karena kadang-kadang pada sesuatu yang tidak kau sukai, ALLAH menjadikan kebaikan padanya.

Temukanlah kelebihan yang kau sukai dari diriku, bukankah kau memiliki alasan mengapa kau ingin menikahiku?!

Tetapi, wahai suamiku… bila ketidaksukaan yang kau temukan itu adalah karena kesalahanku, maka nasehatilah aku, pisahkanlah tempat tidurku dan pukullah aku bila akhirnya aku meninggalkan kewajibanku.

Namun janganlah kau bermaksud menyakitiku hingga membahayakan hidupku karena aku adalah bagian dari dirimu.

Janganlah kau luruskan kebengkokanku, karena aku bisa patah


Tetapi berhati-hatilah terhadapku, karena aku bagaikan gelas kaca.

Ingatlah bahwa manusia yang baik adalah yang baik pada keluarganya, dan lelaki yang baik adalah yang baik pada isterinya.

Dan cukuplah engkau menjadikan aku seseorang yang patuh kepadamu dengan menjadi seseorang yang pantas aku patuhi. sehingga aku mempunyai alasan mengapa aku harus berhias setiap hari, dan mengapa aku harus menjaga diriku, kehormatan dan juga hartamu saat kau tidak ada di sisi…

Jadikanlah aku sebaik-baik perhiasan duniamu [16], hartamu yang paling berharga

@ampuni aku ya Rabbi.....

Ampuni aku ya Rabbi ...

oleh Nenk Manda Amalia pada 01 Oktober 2010 jam 17:30 ( neng manda mengiirim ke facebook aq)
Aku merenungkan
saat - saat dkumpulkan pada hari kiamat
Saat terbaring sepi dan pipiku menempel d liang lahat
Sendiri ...


Padahal sebelumnya aku dsanjung dan dpuji
Penuh kemuliaan dan kesenangan ....
Dan saat itu tanah menjadi bantalku ...


Aku merenungkan lamanya masa perhitungan amal ....
Dan hinanya diri ini saat catatan amalku dberikan,
Saat yang sangat mencengkam,
Dari kanan atau dari kiri catatan itu akan dberikan padaku


... Namun
Tak pernah pupus harapanku padaMu ya Rabbi,
Wahai Engkau pemilik diri ini ....
Agar Kau sudi mengampuni dan memaafkan
Semua salah dan khilaf hambaMu ini ....

WS RENDRA - PUISI



Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika semua itu diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku
ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, Dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah ... semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah ... keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat
dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak
keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti… padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"
 
(by : diambil dr catatan di facebook Irma Conoras pada 02 Juli 2009 jam 11:52